Pages

Sabtu, 26 Oktober 2013

5 Inovasi yang Diharapkan Hadir di iPhone 5S




Top of Form
Bottom of Form
6e7ad8911c38abe0171d8323f3f5f574
Banyak kabar mengatakan bahwa Apple besok tepatnya tanggal 10 September 2013, untuk pertama kalinya Apple akan meluncurkan 2 seri iPhone sekaligus, yakni generasi terbaru dari iPhone yakni iPhone 5S dan iPhone “murah”nya yakni  iPhone 5C.
iPhone 5C diyakini tidak banyak berubah dari produk terdahulunya, yakni iPhone 5 mengingat statusnya yang akan menggantikan posisi iPhone 5. Namun yang menjadi perhatian adalah generasi terbaru iPhone 5, yakni iPhone 5S. Bahkan banyak kalangan yang berharap agar Apple memberikan inovasinya untuk seperti produk-produk terdahulu diluncurkan. Apa sih perubahan atau penambahan fitur yang diharapkan akan hadir di iPhone 5S. Akan bagaimanakan generasi terbaru dari Apple ini? berikut 5 inovasi yang dinantikan di iPhone 5S.

Desain Inovatif
C64836ade0a52cc7dd0728338c4989fd
iPhone 5S diharapkan dapat memberikan desain yang inovatif. Selain itu Apple juga diharapkan akan memberikan banyak pilihan perihal warna varian yang ditawarkan.

Tahun lalu saat melincurkan iPhone 4S,
Apple dianggap terbilang kurang revolusioner saat me-redesain iPhone 4, karena secara tampilan keduanya tidak jaur berbeda. Rumor sebelumnya yang mengatakan iPhone 4S akan menggunakan layar yang lebih besar ternyata tidak benar. Nyatanya iPhone 4S tetap menggunakan ukuran layar 4-inci dengan resolusi Retina resolution yang sams seperti iPhone 4.

Untuk itu
iPhone 5S nanti diharapkan dapat memberikan desain yang lebih segar, sehingga gairah baru dapat dirasakan melihat banyak desain inovatif yang dilakukan vendor lain dalam persaingan dinia perangkat mobile.

Prosesor baru (A7)
2821d22af914f9d8c25a0d1b6366828b
Dari sisi jeroan iPhone 5S diharapkan akan menggunakan prosesor terbarunya, yakni A7. Upgrade prosesor barunya memang tidak mengherankan, mengingat Apple selalu membawa prosesor baru pada generasi baru iPhone. Seperti iPhone 4 dengan A4, iPhone 4S dengan A5, dan iPhone 5 dengan prosesor A6.

Namun nampaknya
Apple masih akan menggunakan prosesor dual-core, meski perangkat pada platform lain sudah menggunakan Quad-Core.  Namun meski masih menggunakan proses Dual-Core, dengan prosesor A7, iPhone 5S akan berjalan sekitar 31% lebih cepat dari A6 di iPhone 5, demikian kicauan dari Clayton Morris, seorang jurnalis teknologi dari FOX News Channel.

Kamera Terbaru
0b700c07bc1ee52199a122e99ee8605d
Seperti transisi antara iPhone 4 ke 4S yang membawa kemampuan kemera dan LED flash yang baru, iPhone 5S juga diharapkan akan melakukan hal yang sama. Bahkan pada kameranya nanti iPhone 5S rencananya akan gunakan akan menyertakan sebuah chip motion sensor, Seperti yang dikatakan Morris pada kicauannya. Dengan adanya dua fitur baru ini mengindikasikan inovasi baru dari iPhone.

Dengan kemampuan baru kamera kamera iPhone 5S setidaknya dapat memberikan kemampuan yang lebih, untuk menyaingi smartphone kamera yang saat ini banyak diproduksi oleh beberapa vendor, seperti
Nokia Lumia 1020, Sony Xperia Z1 dan Galaxy 4 Zoom.


Update IOS 7
D63e4312ad552e24d6987210ddb8b76e
Update iOS adalah sebuah keharusan, karena iOS terbaru tentu akan melakukan debut bersama iPhone generasi berikutnya seperti pada tahun-tahun sebelumnya.

Pada update iOS baru ini rumor menunjukkan bahwa setidaknya
Apple banyak melakukan perubahan baik dari sisi tampilan maupun fiturnya


Fingerprint Sensor
Dbb15c39c922eeb1de5c65708f846b2d
Mungkin fitur baru terbesar pada iPhone 5S adalah sensor sidik jari (fingerprint sensor), yang disebut-sebut dalam beberapa minggu terakhir. Bahkan banyak yang mengklaim sensor tersebut akan berada tepat di bawah tombol Home.

Sensor sidik jadi ini disebutkan akan berfungsi untuk meningkatkan keamanan, dan bahkan akan menjadi sebuah inovasi untuk mengtgantikan fungsi password.



TQM (Total Quality Management)



TQM (Total Quality Management)


A.     Pengertian TQM (Total Quality Management)
TQM adalah pendekatan manajemen pada suatu organisasi, berfokus pada kualitas dan didasarkan atas partisipasi dari keseluruhan sumber daya manusia dan ditujukan pada kesuksesan jangka panjang melalui kepuasan pelanggan dan memberikan manfaat pada anggota organisasi (sumber daya manusianya) dan masyarakat TQM juga diterjemahkan sebagai pendekatan berorientasi pelanggan yang memperkenalkan perubahan manajemen yang sistematik dan perbaikan terus menerus terhadap proses, produk, dan pelayanan suatu organisasi. Proses TQM memiliki input yang spesifik (keinginan, kebutuhan, dan harapan pelanggan), mentransformasi (memproses) input dalam organisasi untuk memproduksi barang atau jasa yang pada gilirannya memberikan kepuasan kepada pelanggan (output).
Total Quality Mangement sebagaimana diungkapkan oleh Ishikawa, diartikan sebagai perpaduan semua fungsi dari perusahaan ke dalam falsafah holistik yang dibangun berdasarkan konsep kualitas, teamwork, produktivitas, dan pengertian serta kepuasan pelanggan. Definisi lainnya diungkapkan oleh Santoso, ia menyatakan bahwa TQM merupakan sistem manajemen yang mengangkat kualitas sebagai strategi usaha dan berorientasi pada kepuasan pelanggan dengan melibatkan seluruh anggota organisasi.
Total Quality Management (TQM) merupakan suatu pendekatan dalam menjalankan usaha yang mencoba memaksimalkan daya saing organisasi melalui perbaikan terus-menerus terhadap produk jasa, sumber daya manusia, proses dan lingkungannya. Sebab, berdasarkan TQM, tolok ukur keberhasilan usaha bertumpu pada kepuasan pelanggan atas barang atau jasa yang diterimanya. Untuk memudahkan pemahaman, maka pengertian TQM dapat dikemukakan sebagai berikut:
"Total Quality Managemen merupakan suatu pendekatan dalam menjalankan usaha yang mencoba untuk memaksimumkan daya saing organisasi melalui perbaikan terus-menerus atas produk, jasa, manusia, proses, dan lingkungannya.
B.     Karakteristik (TQM)Total Quality Management
Berdasarkan definisi-defini tentang TQM seperti di atas, Goetsch dan Davis mengungkapkan sepuluh unsur utama (karakteristik) total quality management, sebagai berikut:
1. Fokus Pada Pelanggan
Dalam TQM, baik pelanggan internal maupun pelanggan eksternal merupakan driver. Pelanggan eksternal menentukan kualitas produk atau jasa yang disampaikan kepada mereka, sedangkan pelanggan internal berperan besar dalam menentukan kualitas manusia, proses, dan lingkungan yang berhubungan dengan produk atau jasa.
2. Obsesi Terhadap Kualitas
Dalam organisasi yang menerapkan TQM, penentu akhir kualitas pelanggan internal dan eksternal. Dengan kualitas yang ditetapkan tersebut, organisasi harus terobsesi untuk memenuhi atau melebihi apa yang ditentukan tersebut.
3. Pendekatan Ilmiah
Pendekatan ilmiah sangat diperlukan dalam penerapan TQM, terutama untuk mendesain pekerjaan dan dalam proses pengambilan keputusan dan pemecahan masalah yang berkaitan dengan pekerjaan yang didesain tersebut. Dengan demikian data diperlukan dan dipergunakan dalam menyusun patok duga (benchmark), memantau prestasi, dan melaksanakan perbaikan.
4. Komitmen jangka Panjang
TQM merupakan paradigma baru dalam melaksanakan bisnis. Untuk itu dibutuhkan budaya perusahaan yang baru pula. Oleh karena itu komitmen jangka panjang sangat penting guna mengadakan perubahan budaya agar penerapan TQM dapat berjalan dengan sukses.
5. Kerja sama Team (Teamwork)
Dalam organisasi yang menerapkan TQM, kerja sama tim, kemitraan dan hubungan dijalin dan dibina baik antar karyawan perusahaan maupun dengan pemasok lembaga-lembaga pemerintah, dan masyarakat sekitarnya.
6. Perbaikan Sistem Secara Berkesinambungan
Setiap poduk atau jasa dihasilkan dengan memanfaatkan proses-proses tertentu di dalam suatu sistem atau lingkungan. Oleh karena itu, sistem yang sudah ada perlu diperbaiki secara terus menerus agar kualitas yang dihasilkannya dapat meningkat.
7. Pendidikan dan Pelatihan
Dalam organisasi yang menerapkan TQM, pendidikan dan pelatihan merupakan faktor yang fundamental. Setiap orang diharapkan dan didorong untuk terus belajar, yang tidak ada akhirnya dan tidak mengenal batas usia. Dengan belajar, setiap orang dalam perusahaan dapat meningkatkan keterampilan teknis dan keahlian profesionalnya.
8. Kebebasan Yang Terkendali
Dalam TQM, keterlibatan dan pemberdayaan karyawan dalam pengambilan keputusan dan pemecahan masalah merupakan unsur yang sangat penting. Hal ini dikarenakan unsur tersebut dapat meningkatkan "rasa memiliki" dan tanggung jawab karyawan terhadap keputusan yang dibuat. Selain itu unsur ini juga dapat memperkaya wawasan dan pandangan dalam suatu keputusan yang diambil, karena pihak yang terlibat lebih banyak. Meskipun demikian, kebebasan yang timbul karena keterlibatan tersebut merupakan hasil dari pengendalian yang terencana dan terlaksana dengan baik.
9. Kesatuan Tujuan
Agar TQM dapat diterapkan dengan baik, maka perusahaan harus memiliki kesatuan tujuan. Dengan demikian setiap usaha dapat diarahkan pada tujuan yang sama. Namun hal ini tidak berarti bahwa harus selalu ada persetujuan atau kesepakatan antara pihak manajemen dan karyawan mengenai upah dan kondisi kerja.
10. Adanya Keterlibatan dan Pemberdayaan Karyawan
Keterlibatan dan pemberdayaan karyawan merupakan hal yang penting dalam penerapan TQM. Pemberdayaan bukan sekedar melibatkan karyawan tetapi juga melibatkan mereka dengan memberikan pengaruh yang sungguh berarti.

C.      Alat-Alat TQM
1. Curah pendapat (sumbang saran) –Brainstorming
Curah pendapat adalah alat perencanaan yang dapat digunakan untuk mengembangkan kreativitas kelompok. Curah pendapat dipakai, antara lain untuk menentukan sebab-sebab yang mungkin dari suatu masalah atau merencanakan langkah-langkah suatu proyek.
2. Diagram alur (bagan arus proses)
Bagan arus proses adalah satu alat perencanaan dan analisis yang digunakan, antara lain untuk menyusun gambar proses tahap demi tahap untuk tujuan analisis, diskusi, atau komunikasi dan menemukan wilayah-wilayah perbaikan dalam proses.
3. Analisis SWOT
Analisis SWOT adalah suatu alat analisis yang digunakan untuk menganalisis masalah-masalah dengan kerangka Strengths (kekuatan), Weaknesses (kelemahan), Opportunities (peluang), dan Threats (ancaman).
4. Ranking preferensi
Alat ini merupakan suatu alat interpretasi yang dapat digunakan untuk memilih gagasan dan pemecahan masalah di antara beberapa alternatif.
5. Analisis tulang ikan
Analisis tulang ikan (juga dikenal sebagai diagram sebab-akibat) merupakan alat analisis, antara lain untuk mengkategorikan berbagai sebab potensial dari suatu masalah dan menganalisis apa yang sesungguhnya terjadi dalam suatu proses.
6. Penilaian kritis
Penilaian kritis adalah alat Bantu analisis yang dapat digunakan untuk memeriksa setiap proses manufaktur, perakitan, atau jasa. Alat ini membantu kita untuk memikirkan apakah proses itu memang dibutuhkan, tepat, dan apakah ada alternatif yang lebih baik.
7. Benchmarking
Benchmarking adalah proses pengumpulan dan analisis data dari organisasi kita dan dibandingkan dengan keadaan di dalam organisasi lain. Hasil dari proses ini akan menjadi patokan untuk memperbaiki organisasi kita secara terus menerus. Tujuan benchmarking adalah bagaimana organisasi kita bisa dikembangkan sehingga menjadi yang terbaik.
8. Diagram analisa medan daya (bidang kekuatan)
Diagram medan daya merupakan suatu alat analisis yang dapat digunakan, antara lain untuk mengidentifikasi berbagai kendala dalam mencapai suatu sasaran dan mengidentifikasi berbagai.

D.     Sejarah Singkat Perkembangan TQM
Evolusi gerakan total quality management (TQM) dimulai dari masa studi waktu dan gerak oleh bapak manajemen ilmiah Frederick Taylor pada tahun 1920, dengan mengangkat aspek yang paling fundamental dari manajemen ilmiah, yaitu adanya pemisahan antara perencanaan dan pelaksanaan.
TQM semula berasal dari Amerika Serikat, kemudian lebih banyak dikembangkan di jepang dan kemudian berkembang ke Amerika Utara dan Eropa. Jadi TQM mengintegrasikan keterampilan teknikal dan analisis dari Amerika, keahlian implementasi dan pengorganisasian Jepang, serta tradisi keahlian dan integritas dari Eropa dan Asia.
Soewarso Hardjosoedarmo mengungkapkan; hingga kini masih banyak pembahasan tentang sejarah TQM yang hanya satu dimensional. Dalam hal ini banyak pembahasan yang hanya mengungkapkan pengalaman di Jepang pada awal-awal tahun sesudah PD II, di mana para guru bidang kualitas, Edwards Deming dan Joseph Juran mengajarkan teorinya guna membangun kembali industri Jepang, yang telah hancur. Ajaran tersebut disampaikan kepada perusahaan-perusahaan manufaktur Jepang. Ajaran para guru kualitas tersebut dapat dipandang sebagai landasan atau basic TQM.
Landasan TQM adalah statistical process control (SPC) yang merupakan model manajemen manufactur, yang pertama-tama diperkenalkan oleh Edward Deming dan Joseph Juran sesudah PD II guna membantu bangsa Jepang membangun kembali infrastruktur negaranya. Ajaran Deming dan Juran itu berkembang terus hingga kemudian dinamakan TQM oleh US Navy pada tahun 1985. Kita ketahui bahwa TQM terus mengalami evolusi, menjadi semakin matang dan mengalami diversifikasi untuk aplikasi di bidang manufactur, industri jasa, kesehatan, dan dewasa ini juga di bidang pendidikan.
Oleh karen itu mengikuti ajaran Deming, Juran dan Philip Crosby dalam mengimplementasikan TQM memang perlu, tetapi belumlah cukup. Sebab TQM terus mengalami evolusi, maka untuk menghayati state-of-the-art TQM perlu diketahui juga kontribusi bidang manajemen dan organizational effectiveness dalam membangun TQM sebagai dimensi yang lain. Kontribusi bidang tersebut merupakan satu dimensi tersendiri yang dapat disebut sebagai akar TQM, antara lain terdiri dari group dynamics, organization development (OD), sosiotechnical system dan lain-lain. TQM yang dikenal sekarang ini banyak berbeda tekniknya dengan apa yang dikembangkan di Jepang pada tahun 1950-an dan yang pertama-tama dikembangkan di Amerika pada tahun 1980-an. Penerapan TQM di berbagaii bidang membutuhkan kerangka sendiri dalam manajemen kualitas.

E Prinsip dan Unsur Pokok Dalam TQM
Total quality management merupakan suatu konsep yang berupaya melaksanakan sistem manajemen kualitas kelas dunia. Untuk itu diperlukan perubahan besar dalam budaya dan sistem nilai suatu organisasi. Menurut Hensler dan Brunell, ada empat prinsip utama dalam TQM, yaitu:
1. Kepuasan Pelanggan
Memberikan kepuasan kebutuhan pelanggan (internal dan eksternal) dalam segala aspek, termasuk di dalamnya harga, keamanan, dan ketepatan waktu. Oleh karena itu, segala aktivitas perusahaan harus dikoordinasikan untuk memuaskan para pelanggan.
Kualitas yang dihasilkan suatu perusahaan sama dengan nilai (value) yang diberikan dalam rangka meningkatkan kualitas hidup para pelanggan. Semakin tinggi nilai yang diberikan, semakin besar pula kepuasan pelanggan.


2. Respek Terhadap Setiap Orang
Dalam perusahaan yang berkelas dunia, setiap karyawan dipandang sebagai individu yang memiliki talenta dan kreativitas yang unik. Dengan demikian, karyawan merupakan sumber daya organisasi yang paling bernilai. Oleh karena itu, setiap orang dalam organisasi diperlakukan dengan baik dan diberi kesempatan untuk terlibat dan berpartisipasi dalam tim pengambil keputusan.
3. Manajemen Berdasarkan Fakta
Perusahaan kelas dunia berorientasi pada fakta, setiap keputusan didasarkan pada data, dengan mengacu pada konsep prioritisasi (prioritization) dan variasi (variation), dan bukan sekedar pada perasaan (feeling).
4. Perbaikan Berkesinambungan
Agar dapat sukses, setiap perusahaan perlu melakukan proses secara sistematis dalam melaksanakan perbaikan berkesinambungan. Konsep yang berlaku di sini adalah siklus PDCA (plan-do-check-act), yang terdiri dari langkah-langkah perencanaan, pelaksanaan rencana, pemeriksaan hasil pelaksanaan rencana, dan tindakan korektif terhadap hasil yang diperoleh.

Rabu, 02 Oktober 2013

Casillas is the best goalkeeper in the history of Real Madrid and Spain

Florentino Pérez has assured that he does not have a problem with Iker Casillas, despite the recent emergence of comments in which the president implies that the people around the goalkeeper are not doing him any favours.
"It's not true that I am annoyed with Casillas. He has my gratitude and affection. He is the best goalkeeper in the history of Real Madrid and Spain", said Florentino in an interview with Spanish TV programme 'Jugones' on the 'La Sexta' channel.
The 'Los Blancos' president made it clear that, when previously talking about "the people close to" the goalkeeper, he would have been speaking "for him, not against him". "We all have people around us that can sometimes not be beneficial, not just him", Florentino added.

4-0: Kemenangan Besar yang Memperkuat Posisi di Puncak Klasemen Grup

Real Madrid mengalahkan Kopenhagen, memperkuat posisi mereka sebagai pemimpin Grup B dan menjawab semua keraguan. El Real mencetak empat gol, dan gol kedua layak diacungi jempol, gol tersebut mungkin yang terbaik di kompetisi sejauh ini, gol tersebut sekaligus meningkatkan kepercayaan diri mereka sebelum menghadapi Juventus, di peringkat ke-2 Grup yang hanya mendapat empat poin dari dua pertandingan. Cristiano Ronaldo mencetak gol pertama melalui sundulan di menit ke-21. Gol yang kedua terjadi setelah sedikit menunggu, tapi sekali lagi dicetak oleh Pemain Portugal ini, yang sekarang menjadi pencetak gol terbanyak di Liga Champions. Kronologi terjadinya gol kedua ini layak diceritakan. Benzema melakukan back-heel yang melewati pemain lawan menuju Di Maria sebelum dia melakukan crossing 'Rabona' di menit ke-65. Pemain Argentina tersebut mencetak gol ketiga enam menit kemudian dengan tendangan roket dari tepi kotak penalti dan melakukan sentuhan akhir dengan mencetak gol keempat pada menit-menit akhir yang membawa Real Madrid dan Madridista menikmati malam yang indah tersebut.
Real Madrid memainkan laga kandang pertamanya di Liga Champions musim ini. Mereka melakukannya saat melawan Kopenhagen, lawan yang mereka belum pernah mereka hadapi sebelumnya, dengan kepercayaan diri tinggi sebagai pemimpin grup B setelah membantai Galatasaray di Istanbul dan Kopenhagen yang dikandangnya cuma bisa bermain imbang melawan Juventus. "Ini merupakan kesempatan yang baik bagi kita untuk menunjukkan bahwa kita dapat merespon segalanya dengan baik," ujar Ancelotti sehari sebelum pertandingan. Timnya memang bereaksi dengan cepat. El Real mendominasi sejak dari awal pertandingan mereka menguasai 'Ball Possession' serta menampilkan permainan yang berwarna dan atraktif yang di sukai oleh publik Santiago Bernabeu.
Bahkan, setengah jam sebelum babak pertama selesai mereka sudah unggul di papan skor dan mereka punya setidaknya empat peluang yang jelas untuk menaklukkan Wiland (Kiper Kopenhagen). Peluang pertama dimiliki Benzema melalui headingnya di menit ke-6 dan peluang kedua oleh Khedira melakukan tendangan dari luar kotak penalti delapan menit kemudian. Gol kemudian terjadi pada menit ke-21, dicetak oleh Cristiano Ronaldo. Marcelo, yang kembali jadi starting eleven, melakukan crossing ke tiang jauh untuk pemain Portugal tersebut yang tidak menyia-nyiakan kesempatan pertamanya. Di Maria lalu mencuri perhatian. Tendangannya dari dekat titik putih pada ke-25 hanya melebar beberapa inci dan satu menit kemudian tendangannya dari tepi kotak penalti pun gol.
Los Blancos sempat mengalami kesulitan: setelah mencetak gol pertama, mereka kemudian hanya berkonsentrasi agar tetap bermain dengan baik dan menjaga daerah mereka yang ditumpuki oleh banyak pemain. Tujuan mereka adalah untuk menambah keunggulan dan Di Maria pun hampir mencetak gol dengan kepalanya menyambut crossing Marcelo pada menit ke-37. Hanya beberapa menit setelah Real Madrid hampir mencetak gol kedua, Kopenhagen lalu membuka peluang mereka di babak pertama. Gislason mengambil tendangan sudut di menit ke-39 dan sundulan Jorgensen membentur mistar gawang. Modric pun segera membuang bola.
Awal babak kedua tidak jauh berbeda. Real Madrid mendominasi dan Kopenhagen hanya mencoba mencari peluang untuk mengejutkan El Real dengan serangan balik yang mudah dipatahkan. Modric, Di Maria dan Carvajal kemudian melakukan upayanya dari tepi area kotak penalti pada enam menit pertama, namun tembakan mereka tidak menemui target. Gol kedua memang terjadi dari skenario permainan terbaik di pertandingan tersebut dan mungkin terbaik juga di kompetisi sejauh ini. Perlu dinonton kembali, lagi dan lagi. Benzema melakukan back-heeled wall-pass ke Di Maria sebelum dia melakukan crossing 'Rabona' kepada Cristiano Ronaldo, yang kembali mencetak gol dengan kepalanya, menaklukkan Wiland di menit 65. Pemain Portual ini sudah mencetak lima gol dan merupakan pencetak gol terbanyak di Liga Champions musim ini. Butuh beberapa upaya untuk mencetak gol kedua, tapi mereka mencetak gol ketiga hanya berselang enam menit kemudian. Di Maria, yang telah membuat Bernabeu bergemuruh dengan umpannya yang luar biasa kepada Cristiano Ronaldo, mencetak gol dengan tendangan keras dari tepi kotak penalti. Pemain asal Argentina itu memuaskan penonton tuan rumah. Para penonton pun menunjukkan apresiasinya dengan memberikan standing ovation.
Real Madrid menunjukkan bahwa semua belum cukup sampai di situ. Di waktu tambahan pertandingan mereka mencetak gol keempat, yang juga merupakan gol kedua Di Maria. Pemain Argentina ini tampil spektakuler di babak kedua yang kemudian melakukan sentuhan akhirnya di malam yang indah tersebut. Malam dimana timnya memperkuat posisi mereka sebagai pemimpin Grup B, Di Maria juga melengkapi gol keduanya secara berturut-turut di Liga Champions dan menambah keunggulan poin Real Madrid atas Juventus posisi kedua menjadi empat poin.

 

Blogger news

Blogroll

Flag Counter

About